Jordi Amat Akui Fasiliti Di JDT Tidak Dimiliki Pasukan Diwakilinya Sebelum Ini

“Saya akan bermain di tahap tertinggi di Asia kerana JDT bertanding di Liga Juara-Juara AFC (ACL). Kelab ini adalah salah satu dari 16 kelab terbaik di Asia, dengan jemputan daripada DYAM Tunku Mahkota Ismail Ibni Sultan Ibrahim, Pemangku Raja, saya berpeluang melawat fasiliti mereka dan saya boleh katakan tidak ada fasiliti sukan seperti ini di kelab-kelab yang pernah saya sertai. Rakan-rakan dan bekas teman sepasukan yang ada di Asia juga menasihatkan saya untuk bermain dengan JDT, atas sebab semua ini saya membuat keputusan untuk menyertai Johor.”

Jordi Amat, Pemain Kelab Bolasepak Johor Darul Ta’zim

Jordi pilih JDT bukan kerana wang

Bintang baharu Johor Darul Ta’zim (JDT), Jordi Amat menegaskan bahawa tindakannya menyertai Harimau Selatan bukan kerana wang semata-mata.

Sebaliknya bekas pertahanan Swansea City itu menjelaskan terdapat beberapa faktor dia memilih JDT termasuk mahu menyesuaikan diri di Asia, berdekatan Indonesia dan bersaing di peringkat tertinggi bola sepak Asia kerana Harimau Selatan bersaing di Liga Juara-Juara Asia (ACL).

Mengakui kagum dengan fasiliti yang dimiliki JDT, pemain berusia 30 tahun itu berkata dia turut menerima pendapat daripada kenalan dan bekas rakan sepasukan sebelum memutuskan menyertai kelab milik Tunku Ismail Sultan Ibrahim.

“Johor hanya dua jam perjalanan dari Indonesia menggunakan jalan udara, dan kelab itu salah satu daripada 16 terbaik di ACL dan dengan undangan dari @hrhcrownprinceofjohor (Tunku Ismail), saya dapat mengunjungi semua fasiliti mereka.

“Saya jamin kepada semua bahawa fasiliti seperti ini belum saya pernah temui dalam pasukan saya sebelumnya,” katanya dalam kenyataan di Instagram miliknya, hari ini.

Halo semua follower yang saya hormati, Saya membuat pernyataan ini untuk menjelaskan bahwa mengapa saya memilih JDT sebagai tim baru saya. Hal pertama yang ingin saya klarifikasi adalah semua tuduhan yang salah terhadap saya, yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan paspor Indonesia hanya untuk bisa bermain sebagai kuota Asia di tim baru saya JDT.

Saya ingin semua orang tahu bahwa sebelum saya mengambil keputusan ini, saya juga mendapatkan beberapa tawaran dari beberapa Liga-Liga kuat dari negara lainnya. Saya bergabung dengan JDT bukan karena uang semata, alasan saya bergabung dengan Johor adalah berdasarkan usaha saya beradaptasi di Asia, karena kedekatan dengan Indonesia dan juga saya memungkinkan untuk lanjut berkompetisi di level tertinggi sepak bola Asia, karena JDT bersaing di ACL, Asian Champions League.

Johor hanya 2 jam perjalanan dari Indonesia menggunakan pesawat terbang, dan klub sepak bolanya mash bersaing di 16 bear Asian Champions League. Dengan undangan dari @hrhcrownprinceofjohor, saya bisa mengunjungi semua fasilitas mereka, dan saya bisa jamin kepada teman-teman semua bahwa fasilitas seperti ini belum saya pernah temui pada tim tim saya sebelumnya.

Teman-teman dan bekas kolega saya di Asia juga memberikan pendapat untuk bergabung dengan JDT, oleh karena semua saran dan pendapat ini akhirnya saya putuskan untuk bergabung dengan Johor.

Saya juga ingin menginformasikan bahwa nenek saya lahir, besar dan tinggal di Makassar, Indonesia, dimana saya masih punya keluarga disana, saya sangat bangga
bisa membela tim nasional Indonesia, dengan tujuan saya adalah membantu tim nasional dengan kerja keras dan pengalaman saya serta semua it akan saya usahakan untuk membuat kalian bangga akan pencapaian kita di masa yang akan datang.

Saya harap teman-teman semua menghormati keputusan saya, say meninggalkan eropa, keluarga dan teman-teman. Saya rasa saya sudah melakukan hal yang benar terhadap perjalanan baru sepakbola dalam hidup saya. Jordi Amat

JDT hari ini secara rasmi mengumumkan Jordi sebagai pemain baharu yang ditandatangani mereka selepas mengikat bekas pertahanan KL City, Daniel Ting.

Selain Swansea City, Jordi juga pernah bermain bersama beberapa kelab Sepanyol termasuk Espanyol, Rayo Vallecano dan Real Betis.

Selain itu, Jordi turut menafikan tuduhan bahawa dia ingin mendapatkan pasport Indonesia hanya kerana mahu menjadi pemain import kuota Asia untuk JDT.

“Saya ingin semua orang tahu bahawa sebelum saya mengambil keputusan ini, saya juga mendapat beberapa tawaran dari beberapa liga besar dari negara lain.

“Saya juga ingin mengesahkan bahawa nenek saya lahir, membesar dan tinggal di Makassar, Indonesia, di mans saya masih mempunyai keluarga disana.

“Saya sangat bangga untuk mewakili pasukan kebangsaan Indonesia. Matlamat saya untuk membantu pasukan kebangsaan dengan kerja keras dan pengalaman saya,” katanya. Sumber : Berita Harian

#LuaskanKuasamuJohor

PERHATIAN:- Pihak kami tidak bertanggungjawab ke atas sebarang komen yg diberikan oIeh pembaca kami. Komen itu adalah menjadi tanggungjawab pemilik akaun Facebook tersebut.

LIKE & FOLLOW kami di FB page Satu Johor

Ikuti juga artikel menarik yang kami kongsikan di bawah ini.

Komen Anda?
%d bloggers like this: